
Aktivitas Gunung Kerinci yang berada di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatra Barat dilaporkan mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membuat warga yang bermukim di sekitar kawasan gunung tertinggi di Sumatra tersebut diimbau untuk mematuhi radius aman dan tetap waspada terhadap potensi bahaya.
Peningkatan aktivitas Gunung Kerinci terpantau melalui pengamatan visual dan instrumen seismik yang dilakukan oleh petugas pemantauan gunung api. Meski belum mengarah pada erupsi besar, aktivitas vulkanik yang fluktuatif dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Aktivitas Gunung Kerinci Masih Dipantau Ketat
Petugas pengamatan gunung api melaporkan adanya peningkatan aktivitas berupa hembusan asap kawah, gempa vulkanik, serta perubahan visual di sekitar puncak gunung. Asap berwarna putih hingga kelabu tipis terlihat keluar dari kawah dengan intensitas yang berubah-ubah, tergantung kondisi cuaca.
Meski demikian, pihak berwenang memastikan bahwa aktivitas tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan dan terus dipantau secara intensif selama 24 jam.
Imbauan Radius Aman
Masyarakat, pendaki, serta wisatawan diminta tidak mendekati kawah dan mematuhi radius aman yang telah ditetapkan. Aktivitas di zona rawan, termasuk pendakian dan kegiatan wisata alam di sekitar puncak, diimbau untuk dihentikan sementara demi keselamatan.
Warga juga diminta tetap tenang dan tidak panik, namun selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari instansi terkait.
Potensi Bahaya yang Diwaspadai
Peningkatan aktivitas Gunung Kerinci berpotensi memicu sejumlah bahaya, seperti lontaran material vulkanik, gas beracun, serta hujan abu ringan di sekitar lereng. Selain itu, saat musim hujan, risiko lahar hujan juga perlu diantisipasi, terutama di aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.
Petugas mengingatkan agar warga tidak beraktivitas terlalu dekat dengan alur sungai saat terjadi hujan lebat di kawasan gunung.
Peran Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah bersama aparat terkait telah meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan aktivitas Gunung Kerinci. Langkah-langkah mitigasi terus disiapkan, termasuk penyebaran informasi, pengecekan jalur evakuasi, serta kesiapan fasilitas darurat.
Sosialisasi kepada masyarakat Tuna55 sekitar juga terus dilakukan agar warga memahami langkah yang harus diambil jika terjadi peningkatan status gunung.
Imbauan Informasi Resmi
Kepada seluruh masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Seluruh perkembangan terkait Gunung Kerinci akan disampaikan secara resmi oleh instansi berwenang.
Peningkatan aktivitas Gunung Kerinci menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana. Dengan mematuhi radius aman dan mengikuti arahan petugas, risiko dapat diminimalkan demi keselamatan bersama.