You are currently viewing Cedera Kai Havertz Bikin Arsenal di Persimpangan Sulit Menjelang Bursa Transfer Musim Panas

Cedera Kai Havertz Bikin Arsenal di Persimpangan Sulit Menjelang Bursa Transfer Musim Panas

Hampir satu tahun terakhir, pendukung Arsenal belum benar-benar menyaksikan Kai Havertz tampil pada level terbaiknya. Sejak Februari 2025, gelandang serang asal Jerman tersebut justru lebih akrab dengan ruang medis ketimbang rumput hijau.

Cedera hamstring yang ia derita membuat musim 2024/2025 praktis berakhir lebih cepat. Dua penampilan singkat sebagai pemain pengganti hanya menjadi penanda kehadiran, bukan kontribusi nyata di lapangan.

Harapan untuk memulai musim berikutnya dalam kondisi prima kembali sirna ketika Havertz mengalami cedera lutut cukup serius, hanya sepekan setelah kompetisi berjalan. Insiden tersebut kembali memaksanya menepi dan memperpanjang periode sulit yang tak kunjung berakhir.

Serangkaian kemunduran ini mulai menimbulkan kecemasan di internal klub. Arsenal tengah berada dalam fase penting: mengejar gelar Liga Inggris pertama dalam lebih dari dua dekade, sekaligus membangun status sebagai kekuatan dominan di sepak bola Inggris. Dalam situasi seperti itu, absennya Havertz secara berulang jelas menjadi gangguan besar.

Sinyal Bahaya untuk Arsenal

Manajer Arsenal Mikel Arteta memang masih tampil tenang di depan publik. Ia tetap bersikeras bahwa Havertz bisa kembali ke performa terbaiknya. Namun, ketenangan tersebut diyakini tidak sepenuhnya mencerminkan kegelisahan di balik layar.

Di tengah performa kolektif Arsenal yang banyak menuai pujian musim ini, satu masalah lama kembali mencuat: produktivitas gol dari permainan terbuka. Ini bukan isu baru. Selama beberapa musim terakhir, Arsenal kerap kesulitan mengonversi dominasi menjadi gol yang konsisten.

Havertz sejauh ini dianggap sebagai opsi yang paling mendekati solusi. Torehan 29 gol dari 90 penampilan menunjukkan kontribusinya cukup signifikan. Namun, Arteta jelas menginginkan lebih dari sekadar penyerang tengah yang cukup baik.

Keinginan itu terlihat jelas ketika Arsenal menyetujui transfer senilai 63,5 juta paun untuk mendatangkan Viktor Gyokeres dari Sporting CP pada bursa transfer musim panas lalu.

Masalah Gol Arsenal Belum Terjawab

Enam bulan berlalu, persoalan tersebut ternyata belum sepenuhnya terpecahkan. Absennya Havertz membuat Gyokeres langsung berada di bawah sorotan tajam. Tekanan besar itu terasa semakin berat karena sang striker menjalani pramusim yang terputus akibat masalah kebugaran.

Situasi ini memunculkan tanda tanya baru tentang arah pembangunan lini serang Arsenal. Seruan kecil dari suporter yang frustrasi agar klub segera melepas Gyokeres kemungkinan besar tidak akan ditanggapi serius. Namun, fakta tak terbantahkan menunjukkan Arsenal kini berada dalam posisi serba sulit terkait komposisi penyerang mereka.

Kapan Havertz bisa kembali membantu tim pun masih belum memiliki kepastian waktu.

Saya yakin dalam dua pekan ke depan dia akan mulai mendapatkan menit bermain. Tapi saya tidak bisa memastikan kapan tepatnya, ujar Arteta dalam konferensi pers terbarunya.

Menimbang Masa Depan Lini Depan

Pada awal musim, Arsenal sejatinya berharap Havertz sudah siap bersaing langsung dengan Gyokeres sebagai penyerang utama. Dalam skenario ideal tersebut, Gabriel Jesus diproyeksikan hanya menjadi pelapis, terlebih performanya di depan gawang sebelumnya sempat menuai kritik.

Spekulasi mengenai kemungkinan kepergian Jesus pada bursa Januari sempat menguat dan hingga kini belum sepenuhnya padam. Penyerang berusia 28 tahun itu baru saja keluar dari periode cedera panjang dan membutuhkan waktu bermain untuk mengembalikan sentuhan terbaiknya.

Kesempatan itu mulai terbuka seiring absennya Havertz. Jesus tampil impresif dengan mencetak dua gol saat dipercaya menjadi starter melawan Inter. Penampilan tersebut perlahan mengembalikan rasa percaya dirinya.

Kondisi ini justru membuat proses pemulihan Havertz secara bertahap memberikan dampak tak terduga: membuka peluang bagi Jesus untuk kembali menegaskan perannya di skuad utama.

Jesus kini memiliki kesempatan nyata untuk kembali menjadi tumpuan di lini depan Arsenal, sekaligus memperjuangkan kontrak baru yang secara terbuka ia harapkan dalam beberapa hari terakhir.

Saya ingin bertahan dan memenangkan trofi bersama Arsenal. Itulah alasan saya datang ke sini, ujar Jesus.
Namun, sepak bola punya banyak kemungkinan. Fokus saya sekarang adalah tetap sehat dan membantu tim meraih gelar, tambahnya.

Rencana yang Masih Menggantung

Keputusan terkait masa depan Jesus tampaknya baru akan diambil pada paruh akhir musim, ketika Havertz diharapkan sudah kembali menemukan ritmenya. Mempertahankan Havertz dan Jesus bersama Gyokeres berpotensi menciptakan masalah baru. Namun, mendatangkan penyerang mahal tambahan juga bisa menjadi risiko yang lebih besar.

Di tengah rumor ketertarikan Arsenal terhadap penyerang Atlético Madrid, Julian Alvarez, satu hal menjadi semakin jelas: rencana Arsenal untuk bursa musim panas sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik Havertz.

Saat ini, klub berada dalam fase menunggu dan mengamati. Bagaimana respons Gyokeres terhadap tekanan, bagaimana kebangkitan Jesus, dan sejauh mana Havertz bisa kembali ke performa terbaiknya akan menjadi faktor penentu.

Jawaban dari semua pertanyaan itu akan menentukan langkah Arsenal berikutnya: apakah mereka perlu kembali mengeluarkan dana besar untuk penyerang anyar, siapa yang harus dilepas, dan apakah investasi di sektor lain bisa dilakukan tanpa mengorbankan keseimbangan tim.

Bursa transfer musim panas mendatang pun terasa sangat krusial. Arsenal memang tampil selangkah lebih maju dari rival domestik musim ini, tetapi tanpa perencanaan yang tepat, Meriam London berisiko kehilangan momentum dan tertinggal dalam persaingan di pasar pemain. Tuna55

Leave a Reply