Masa penantian penggemar Stranger Things sedang berada di titik yang unik. Setelah berbulan-bulan berharap akan hadirnya episode rahasia kesembilan yang digadang-gadang sebagai penutup sejati serial ini, komunitas fan justru disuguhi sesuatu yang jauh lebih realistis: sebuah dokumenter di balik layar. Netflix resmi merilis One Last Adventure: The Making of Stranger Things 5, dokumenter berdurasi dua jam yang mengupas proses produksi musim kelima—tanpa episode tersembunyi, tanpa kejutan naratif.
Dokumenter Stranger Things
Meski tidak mengonfirmasi teori konspirasi apa pun, dokumenter ini tetap memberi gambaran menarik tentang betapa ambisiusnya musim terakhir Stranger Things. Skala produksinya terasa masif. Duffer bersaudara menggunakan tidak kurang dari 12 panggung pengambilan gambar, termasuk membangun ulang pusat kota Hawkins secara detail. Semua itu dilengkapi dengan pengambilan gambar di lokasi asli, membuat proses produksi terlihat seperti proyek film layar lebar, bukan sekadar serial streaming.
Salah satu bagian paling menarik adalah ketika kamera menyorot para kru yang mengerjakan set-set ekstrem. Mulai dari sulur raksasa berdenyut yang membentuk sarang Vecna, hingga gedung perkantoran yang dirancang tampak meleleh saat aktor bergerak di dalamnya. Beberapa adegan bahkan menunjukkan kepanikan kru yang harus memutar otak demi mewujudkan ide-ide liar Duffer bersaudara yang terasa hampir mustahil.
Fakta lain yang cukup mengejutkan adalah betapa terburu-burunya proses penyelesaian musim ini. Walau pengembangan sudah dimulai sejak lama—terlihat dari cuplikan pembacaan naskah tahun 2023—episode terakhir difilmkan ketika skenario masih terus ditulis. Ross Duffer sendiri mengakui adanya rasa panik konstan, khawatir semua rencana besar itu tak berjalan sesuai harapan.
Dokumenter ini juga menyingkap beberapa keputusan kreatif di balik layar. Misalnya, minimnya kehadiran monster di jurang episode akhir bukan tanpa alasan, melainkan karena kekhawatiran akan “kelelahan demogorgon”. Tim penulis juga berdebat sengit soal nasib Eleven, memainkan ketegangan antara hidup dan mati demi menjaga emosi penonton Tuna55 hingga detik terakhir.
Meski minim kejutan besar, One Last Adventure tetap menyimpan detail kecil yang menyenangkan—dari guru drama SMA Duffer bersaudara yang ikut tampil, hingga perdebatan soal seberapa banyak darah yang pantas muncul dalam adegan brutal. Dokumenter ini mungkin bukan perjalanan nostalgia ke Hawkins seperti yang diharapkan banyak orang, tetapi di era streaming yang makin jarang menghadirkan fitur di balik layar, kehadirannya terasa sebagai napas lama yang menyegarkan.