You are currently viewing Adu Akurasi Wartawan Meriahkan Lapangan Tembak Kudus

Adu Akurasi Wartawan Meriahkan Lapangan Tembak Kudus

Adu Akurasi Wartawan Meriahkan Lapangan Tembak Kudus – Ungkapan “pena lebih tajam dari peluru” kerap digunakan

untuk menggambarkan daya pengaruh karya jurnalistik. Melalui rangkaian kata yang disusun berdasarkan fakta

dan etika profesi, tulisan wartawan mampu menyentuh kesadaran publik, membentuk opini, bahkan memengaruhi arah sejarah.

Kekuatan tersebut menjadikan kata-kata sebagai senjata simbolik bagi insan pers. Namun kali ini, para wartawan yang

tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia benar-benar memegang senjata dalam arti sesungguhnya,

yakni pistol udara, dalam sebuah ajang lomba menembak.

Lapangan tembak Baracuda di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus, dipenuhi suara letusan peluru pelet pada Minggu (31/1/2026).

Ratusan wartawan dari wilayah eks Karesidenan Pati adu fokus dan ketepatan dalam Muria Shooting Championship PWI Plat K Tahun 2026.

Lapangan Tembak Ajang Silaturahmi Wartawan di Hari Pers Nasional

Lomba menembak yang digagas PWI Kabupaten Kudus ini diikuti wartawan dari Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Blora,

dan Grobogan sebagai bagian dari peringatan Hari Pers Nasional 2026. Ketua PWI Kudus Saiful Annas menyebut kegiatan

ini tidak hanya mengasah ketangkasan, tetapi juga mempererat sinergi dan kebersamaan antarwartawan.

Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama dengan Pura Group sebagai mitra pendukung.

Annas berharap ajang ini dapat digelar rutin setiap tahun guna menjaga kolaborasi positif antara pers dan dunia usaha.

Dukungan Pemerintah dan Apresiasi Peran Pers Lapangan Tembak

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi terselenggaranya lomba tersebut dan menilai pers memiliki peran strategis sebagai penyeimbang

di tengah derasnya arus informasi. Ia berharap wartawan terus menyajikan pemberitaan yang edukatif dan mendukung pembangunan daerah Tuna55.

Senada dengan itu, Direktur HR GA Pura Group Kudus Agung Subani menekankan pentingnya peran pers di era teknologi yang bergerak cepat.

Ia mengingatkan bahwa pers adalah kekuatan besar, bahkan Mahatma Gandhi pernah menyebut pers sebagai

kekuatan keempat yang mampu menerangi perjalanan bangsa.

Kalau mau, saya bisa memadatkan jadi versi hard news, mengubah ke gaya feature, atau menyesuaikan dengan standar media tertentu.

Leave a Reply