You are currently viewing Dari Kerontokan Rambut Pasca Melahirkan hingga Bisnis Kecantikan: Perjalanan Kim Lim Membangun Papilla

Dari Kerontokan Rambut Pasca Melahirkan hingga Bisnis Kecantikan: Perjalanan Kim Lim Membangun Papilla

Pengusaha dan figur publik Singapura, Kim Lim, tak pernah membayangkan pengalaman pribadinya Pasca Melahirkan justru menjadi titik awal lahirnya sebuah bisnis kecantikan. Setelah melahirkan anak pertamanya, Kyden, yang kini berusia delapan tahun, Kim Lim mengalami kerontokan rambut yang cukup parah.

Ia mengaku terpukul melihat begitu banyak rambut rontok setiap hari. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa rambut menipis bukan sekadar masalah estetika, tetapi juga berdampak besar pada rasa percaya diri, terutama bagi ibu Pasca Melahirkan yang kerap menghadapi kondisi serupa tanpa banyak dibicarakan.

Motivasi Kim Lim Mengatasi Masalah

Citra Kim Lim di media sosial—dengan ratusan ribu pengikut yang mengikuti gaya hidup mewahnya—sering kali memancarkan kepercayaan diri. Namun di balik itu, putri dari miliarder Peter Lim ini memilih tidak menyimpan masalah tersebut secara pribadi. Ia justru menjadikannya motivasi untuk membantu lebih banyak orang.

Pada 2019, Kim Lim meluncurkan Papilla by Kim Lim, pusat perawatan kulit kepala yang berfokus pada solusi non-invasif untuk mengatasi kerontokan rambut dan meningkatkan kesehatan kulit kepala. Tujuannya sederhana namun personal: agar orang lain tidak perlu mengalami frustrasi yang sama seperti dirinya.

Sebagai pendiri, Kim Lim terlibat langsung dalam riset dan pengembangan. Ia menghabiskan waktu berbulan-bulan mencari teknologi dan bahan dari berbagai negara, sering kali mencoba sendiri setiap perawatan sebelum ditawarkan ke pelanggan. Salah satu inovasi yang diadopsinya adalah teknik Pembentukan Ulang Tulang tradisional Korea, yang kemudian dipadukan dengan akupresur Tiongkok untuk meningkatkan sirkulasi darah dan aliran limfatik.

Salah satu perawatan unggulan Papilla adalah NAD+ Hair Revive, hasil kolaborasi dengan spesialis rambut berbasis di London. Perawatan ini menggunakan ampul NAD+ yang diaplikasikan ke kulit kepala untuk menargetkan kerontokan rambut di tingkat seluler. Kim Lim menjalani setidaknya 10 sesi pengujian sebelum menyetujui perawatan tersebut.

Pendekatan ketat ini menjadi prinsip utamanya. Baginya, setiap produk yang menggunakan namanya harus terlebih dahulu terbukti efektif pada dirinya sendiri. Proses pengujian bisa memakan waktu hingga delapan bulan, lengkap dengan dokumentasi foto, pengukuran, dan evaluasi bersama para ahli.

Kesuksesan Papilla mendorong Kim Lim memperluas visinya. Pada 2020, ia mendirikan Illumia Group, sebuah pusat kecantikan dan kesehatan terpadu yang menaungi beberapa merek, termasuk Illumia Therapeutics, Illumia Medical, Illumia Face, dan Illumia Skin. Seluruh merek tersebut kini berada di bawah satu atap di Wheelock Place Tuna55.

Upaya dan perhatiannya terhadap detail berbuah hasil. Pada Agustus 2025, Illumia Therapeutics meraih penghargaan APAC atas pengalaman pelanggan dan hasil perawatan. Papilla pun telah berekspansi ke luar negeri, dengan cabang di Bangkok dan London.

Bagi Kim Lim, pencapaian terbesar bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan perubahan yang ia lihat pada para pelanggannya. Ia mengaku paling bangga saat menyaksikan peningkatan kepercayaan diri dan kualitas hidup mereka.

Leave a Reply