Manchester United dilaporkan oleh The Athletic telah menarik diri dari perburuan gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, pada jendela transfer Januari 2026. Permintaan harga yang terlampau tinggi dari Forest menjadi kendala utama bagi Tim Setan Merah untuk mendapatkan Anderson.
MU akan menjamu Brighton and Hove Albion dalam laga putaran ketiga Piala FA di Old Trafford, Minggu (11/1/2026) malam WIB. Manajer interim Manchester United, Darren Fletcher, tentu berharap dapat memenangkan hati para suporter dengan meraih kemenangan perdana sejak dipercaya menangani tim pada 5 Januari lalu.
Selepas pemecatan Ruben Amorim, situasi klub justru semakin tidak pasti. Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah MU akan aktif di bursa transfer musim dingin 2026, mengingat belum adanya manajer permanen.
Meskipun demikian, Manchester United terus dikaitkan dengan sejumlah nama gelandang yang bermain di Premier League. Carlos Baleba dan Adam Wharton termasuk dalam daftar incaran, selain Elliot Anderson yang tampil impresif bersama Nottingham Forest.
Harga Terlalu Tinggi
Menurut laporan The Athletic, bahkan jika MU memiliki arah kepelatihan yang jelas, peluang untuk merekrut Anderson tetaplah kecil. Pasalnya, harga yang ditetapkan oleh Forest dianggap terlalu mahal dan berpotensi melanggar aturan financial fair play klub.
Nottingham Forest dikabarkan mematok harga 80 juta poundsterling (sekitar Rp1,8 triliun) bagi klub mana pun yang berminat untuk mendapatkan Elliot Anderson.
Saat ini, Forest berada di peringkat ke-17 klasemen sementara Premier League dan telah berganti manajer sebanyak tiga kali musim ini, dengan Sean Dyche sebagai pelatih teranyar. Meskipun klub berada dalam kondisi yang sulit, Anderson justru mampu tampil konsisten dan menjadi salah satu pemain terbaik Forest.
Keunggulan Anderson tidak hanya terlihat saat menguasai bola, tetapi juga saat bertahan. Gelandang berusia 23 tahun itu tercatat sebagai pemain dengan jarak progresif tertinggi melalui umpan di Premier League musim ini, mencapai 7.216 yard.
Dia juga menempati peringkat ketiga terbanyak dalam catatan tekel sukses, dengan total 38 tekel. Kemampuan atletik yang mumpuni serta keterampilan yang lengkap menjadikan Anderson sebagai incaran banyak klub papan atas.
Pertimbangan Taktik
Namun, aspek taktik juga menjadi pertimbangan bagi Manchester United. Ruben Amorim dikenal sebagai salah satu pelatih yang mengandalkan formasi tiga bek di Premier League, berbeda dengan mayoritas klub yang menggunakan empat bek sejajar.
Manajer baru Manchester United nantinya diprediksi akan kembali menggunakan sistem empat bek.
Kondisi ini membuat manajemen harus mengevaluasi ulang target transfer yang sebelumnya disusun untuk skema tiga bek, agar tidak terjadi penumpukan pemain Tuna55 yang kurang sesuai dengan filosofi manajer berikutnya.
Peran gelandang di depan tiga bek jelas berbeda dibandingkan saat bermain di depan dua bek tengah. Oleh karena itu, MU harus sangat berhati-hati agar tidak salah langkah di bursa transfer.
Meskipun demikian, Anderson dinilai cukup fleksibel karena pernah bermain di depan formasi tiga bek maupun empat bek sepanjang kariernya. Hal serupa belum tentu dimiliki oleh target lain seperti Adam Wharton, mengingat Crystal Palace saat ini lebih sering menggunakan skema tiga bek.