You are currently viewing Rasmus Hojlund Pilih Napoli, AC Milan Gigit Jari

Rasmus Hojlund Pilih Napoli, AC Milan Gigit Jari

AC Milan sempat berada di posisi terdepan untuk mengamankan tanda tangan Rasmus Hojlund sebelum sang penyerang meninggalkan Manchester United. Namun, rencana tersebut akhirnya kandas karena keputusan pribadi sang pemain yang memilih jalur berbeda dalam kelanjutan kariernya.

Manajemen Rossoneri sejatinya telah mengajukan proposal serius kepada Manchester United. Tawaran itu mencerminkan tekad klub untuk merombak lini depan jelang musim baru, sekaligus menjadikan Hojlund sebagai bagian penting dari proyek jangka menengah mereka.

Meski demikian, Hojlund justru menjatuhkan pilihan kepada Napoli. Klub asal Italia selatan tersebut dinilai menawarkan kepastian yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan ambisi sang striker, baik dari sisi teknis maupun masa depan kariernya.

Mengacu pada laporan jurnalis Matteo Moretto melalui Tuna55, AC Milan mengusulkan skema peminjaman berbayar senilai 3,5 juta euro. Kesepakatan itu juga disertai opsi pembelian permanen di angka 35 juta euro. Angka tersebut menunjukkan keseriusan Milan dalam upaya merekrut pemain asal Denmark itu, meski negosiasi tak pernah benar-benar mencapai tahap final.

Menariknya, kegagalan transfer ini bukan disebabkan oleh penolakan dari pihak Manchester United. Faktor penentu sepenuhnya berasal dari pertimbangan Hojlund sendiri.

Liga Champions Jadi Faktor Kunci

Dalam proses pengambilan keputusan, Hojlund menempatkan partisipasi di Liga Champions sebagai prioritas utama. Ia menilai kompetisi elite Eropa tersebut krusial untuk meningkatkan level permainan sekaligus menjaga eksposur di panggung internasional.

AC Milan belum mampu memberikan jaminan tampil di Liga Champions sesuai harapan sang pemain. Situasi itu menjadi poin krusial dalam evaluasi pribadinya sebelum menentukan klub tujuan.

Selain faktor kompetisi, Hojlund juga menginginkan kepastian status transfer permanen sejak awal. Ia enggan terikat dalam skema yang masih bergantung pada opsi atau syarat tambahan di kemudian hari.

Napoli hadir dengan proposal yang lebih tegas. Proyek teknis yang jelas serta klausul pembelian permanen yang pasti menjadi pembeda utama dibandingkan tawaran yang diajukan Milan.

Pelajaran bagi AC Milan

Gagalnya perekrutan Hojlund meninggalkan rasa kecewa di internal AC Milan. Klub merasa telah menunjukkan komitmen kuat, baik dari sisi finansial maupun perencanaan tim.

Kini, Milan harus segera mengalihkan perhatian ke target lain demi memperkuat sektor penyerangan. Persaingan ketat di Serie A menuntut kedalaman skuad yang solid dan konsisten sepanjang musim.

Kasus ini sekaligus menegaskan perubahan dinamika transfer di level tertinggi Eropa. Pemain kini semakin selektif dan menuntut kejelasan proyek, bukan semata tergiur nilai kontrak.

Bagi AC Milan, pengalaman ini menjadi pengingat penting bahwa visi olahraga, kepastian kompetisi, dan struktur kontrak kini sama krusialnya dalam perburuan pemain kelas atas.

Leave a Reply