Transformasi Bitcoin: Dari Transaksi Pizza ke Aset Miliaran – Sejak diperkenalkan ke publik pada 2009, Bitcoin mencatat perjalanan harga
yang bisa dibilang paling ekstrem dalam sejarah keuangan modern. Aset digital yang awalnya hanya dianggap eksperimen
teknologi tanpa nilai ekonomi ini perlahan berkembang menjadi instrumen investasi global dengan fluktuasi harga yang tajam.
Dari harga nyaris nol dolar AS, Bitcoin pernah melesat hingga menembus rekor sekitar USD 125.000 atau setara Rp 2,11 miliar
(dengan asumsi kurs Rp 16.887 per dolar AS). Jika pada 2010 Bitcoin hanya cukup untuk membeli dua pizza,
maka di titik harga tertingginya, satu koin bahkan mampu menebus sebuah supercar.
Tak mengherankan, sejarah pergerakan harga Bitcoin kerap ditelusuri kembali oleh investor dan penggemar kripto.
Bukan sekadar bernostalgia, melainkan untuk membaca pola siklus pasar, dampak peristiwa global,
serta tingkat adopsi teknologi yang memengaruhi nilai aset kripto terbesar di dunia ini.
Mengacu pada data CoinMarketCap per Sabtu (7/2/2026), berikut rangkuman perjalanan harga Bitcoin dari awal kemunculannya hingga tren terbaru.
Awal Kelahiran dan Fase Eksperimen (2009–2012)
Bitcoin sendiri sebenarnya diciptakan oleh sosok anonim yang bernama Satoshi Nakamoto dan juga telah dirilis sebagai dari perangkat lunak
dan juga open-source pada bulan Januari 2009. Pada fase awal ini, Bitcoin belum memiliki nilai pasar
dan hanya diperdagangkan secara informal di kalangan pengembang serta komunitas kriptografi.
2009
Kisaran harga: ± USD 0
Bitcoin hanya ditambang dan belum masuk bursa.
2010
Kisaran harga: USD 0,05–USD 0,39
Tahun penting ketika Bitcoin mulai memiliki nilai ekonomi. Momen ikonik terjadi saat 10.000 BTC digunakan untuk membeli
dua pizza—transaksi riil pertama dalam sejarah Bitcoin.
2011
Kisaran harga: USD 0,30–USD 30
Harga Bitcoin menembus USD 1 dan sempat melonjak hingga mendekati USD 30 sebelum terkoreksi tajam.
2012
Kisaran harga: USD 4–USD 14
Minat publik mulai tumbuh, dengan tren kenaikan yang relatif stabil meski nilainya masih tergolong rendah.
Transformasi Bitcoin Era Volatilitas Tinggi dan Adopsi Global (2013–2025)
Tahun 2013 menjadi titik balik besar bagi Bitcoin, menandai masuknya aset ini ke radar utama pasar keuangan dunia.
2013
Kisaran harga: USD 13–>USD 1.100
Bitcoin untuk pertama kalinya menembus level USD 1.000, meski ditutup di bawah puncaknya.
2014
Kisaran harga: USD 300–USD 1.000
Koreksi tajam terjadi setelah lonjakan besar tahun sebelumnya.
2015
Kisaran harga: USD 200–USD 500
Pasar mulai mencari keseimbangan dan volatilitas mereda.
2016
Kisaran harga: USD 360–USD 1.000
Momentum kembali terbentuk, membuka jalan bagi reli berikutnya.
2017
Kisaran harga: USD 1.000–USD 20.000
Lonjakan masif membawa Bitcoin ke pusat perhatian dunia finansial.
2018
Kisaran harga: USD 3.000–USD 17.000
Setelah euforia, pasar kembali terkoreksi signifikan.
2019
Kisaran harga: USD 3.375–USD 12.913
Harga sempat melonjak di pertengahan tahun sebelum ditutup di kisaran USD 7.000-an.
2020
Kisaran harga: USD 3.850–>USD 29.000
Pandemi COVID-19 sempat menekan pasar, namun Bitcoin justru bangkit dan mencetak rekor baru di akhir tahun.
2021
Kisaran harga: USD 28.000–>USD 69.000
Masuknya investor institusi mendorong Bitcoin ke level tertinggi sepanjang masa saat itu.
2022
Kisaran harga: USD 18.000–USD 47.000
Tekanan ekonomi global membuat pasar kripto mendingin.
2023
Kisaran harga: USD 16.000–USD 43.000
Bitcoin kembali menunjukkan penguatan dan menutup tahun dengan sentimen positif.
Memasuki akhir 2024, Bitcoin berhasil menembus level psikologis USD 100.000 seiring meningkatnya adopsi dan minat investor global.
Pada 2025, harga sempat mencetak rekor baru di sekitar USD 125.000, sebelum mengalami koreksi dan bergerak
volatil di kisaran USD 80.000–USD 90.000 hingga akhir tahun.
Kesimpulan
Perjalanan harga Bitcoin sejak 2009 hingga 2025 menggambarkan dinamika pasar yang sarat dengan lonjakan tajam dan koreksi mendalam.
Dari aset tanpa nilai hingga mencapai ratusan ribu dolar AS, setiap fase mencerminkan pengaruh adopsi teknologi,
kondisi ekonomi global, kebijakan regulasi, serta sentimen investor dalam membentuk harga Tuna55.